Back to blog
Feb 07, 2026
4 min read

Catatan Kajian: The Art of Preparing Ramadhan

30 poin kesalahan yang kerapkali dilakukan saat bulan Ramadhan

Menjelang bulan suci Ramadhan, sudah sepatutnya kita mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk bisa memaksimalkan seluruh kebaikan yang telah dijanjikan Allah Ta’ala di bulan Ramadhan ini.

Sesi 2: Jangan Ulangi Kesalahan

(Oleh: Ust Ahmad Bazer & Ust Abu Fahd Ega)

Suasana Kajian Persiapan Bulan Ramadhan di Blok M

Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan mukmin saat bulan Ramadhan. Ada baiknya kita berusaha semampu kita untuk tidak melakukan (atau tidak mengulangi) kesalahan-kesalahan ini.

  1. Tidak perhatian pada bulan Sya’ban (kita harusnya mempersiapkan diri dari semenjak sebelum bulan Ramadhan!)

  2. Meremehkan tidak segera meng-qadha’ puasa yang dihutangkan

  3. Tidak gembira dengan datangnya bulan Ramadhan (jangan justru malah merasa bulan Ramadhan sebagai penjara!)

  4. Tidak mengikuti penetapan Ramadhan dari pemerintah

  5. Tidak mempersiapkan niat

  6. Tidak istiqamah saat Ramadhan

  7. Tidak tahu pembatal puasa dengan benar (e.g. berbohong dapat membatalkan puasa, padahal itu hanya mengurangi keberkahan atau pahala, tapi tetap bahkan bisa hingga puasa kita sia-sia!)

  8. Tidak berpuasa di bulan Ramadhan

  9. Tidak sahur / tidak sahur pada waktunya / tidak membatasi / tidak subuh ke Masjid (ingat, batas sahur ialah hingga adzan Subuh, bukan Imsak)

  10. Tidak membaca zikir pagi (jangan tidur, fokus pada perbanyak amal di bulan Ramadhan!)

  11. Tidak bisa menahan tidur hingga terlewat shalat Dhuhr dan ‘Asr (atau sering dikenal dengan puasa bedug)

  12. Tidak menggunakan waktu dengan baik (malah main game, nonton, bukannya beramal)

  13. Tidak menjaga mulut (ghibah, bohong, dll, harus bisa menjaga diri dari lingkungan yang men-trigger hal demikian)

  14. Tidak membuat / membeli makan dan minum secukipnya (laper mata, kita harus bisa bersyukur dengan kecukupan)

  15. Tidak berdo’a ketika hendak berbuka (padahal itu waktu yang sangat mustajab)

  16. Tidak mempercepat berbuka puasa (ibadah bukan lomba kuat-kuatan, tapi seberapa kita mengikuti Sunnah Nabi)

  17. Tidak berbuka secukupnya hingga terlambat Maghrib berjama’ah (makan dan minumlah secukupnya, sunnahnya dengan kurma atau air putih)

  18. Tidak mendo’akan orang yang memberikan buka puasa (minimal do’akan dengan jazakalllah khairan, jangan lupa juga mendo’akan ke pasangan, suami atau istri)

  19. Tidak membatasi bukber bersama teman (hingga akhirnya tidak shalat berjama’ah, kerap terjadi)

  20. Tidak salat Tarawih sempurna bersama Imam (shalat bersama imam dari awal hingga akhir, itu pahalanya seperti semalam suntuk, mengalahkan witr sendiri)

  21. Tidak tu’maninah dalam salat Tarawih (jangan malah lomba cepat-cepatan, shalat itu dilihat dari seberapa panjangnya, bukan seberapa banyak rakaatnya)

  22. skipped

  23. Tidak berdamai dalam jumlah raka’at Shalat Tarawih (ini perbedaan yang diperbolehkan, jadi diskusi tetap boleh, ribut jangan)

  24. Tidak serius saat Shalat Isya (jangan malah lebih fokus ke salat Tarawih)

  25. Tidak berzikir sesuai tuntunan (ingat, tidak ada zikr khusus shalat Tarawih)

  26. Tidak tidur tepat waktu (hingga akhirnya kantuk esok pagi)

  27. Tidak mau membaca Al-Qur’an karena bacaannya belum lancar

  28. Tidak menjadikan tadabbur sebagai tujuan utama tilawah al-Qur’an (ini sebenarnya ada perbedaan pendapat ulama terkait mana yang lebih utama, tapi tadabbur lebih preferred)

  29. Tidak mengajarkan anak untuk puasa atau sebaliknya malah diwajibkan

  30. Tidak mau membatalkan puasa saat sakit atau safar (jangan paksakan diri, tapi jangan bermudah-mudahan pula!)

Sekian catatan dari saya, semoga bermanfaat sebagai pengingat teman-teman semua. Semoga Allah Ta’ala izinkan dan mudahkan kita untuk beramal sebanyak mungkin pada bulan Ramadhan ini…