Menjelang bulan suci Ramadhan, sudah sepatutnya kita mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk bisa memaksimalkan seluruh kebaikan yang telah dijanjikan Allah Ta’ala di bulan Ramadhan ini.
Sesi 2: Jangan Ulangi Kesalahan
(Oleh: Ust Ahmad Bazer & Ust Abu Fahd Ega)

Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan mukmin saat bulan Ramadhan. Ada baiknya kita berusaha semampu kita untuk tidak melakukan (atau tidak mengulangi) kesalahan-kesalahan ini.
-
Tidak perhatian pada bulan Sya’ban (kita harusnya mempersiapkan diri dari semenjak sebelum bulan Ramadhan!)
-
Meremehkan tidak segera meng-qadha’ puasa yang dihutangkan
-
Tidak gembira dengan datangnya bulan Ramadhan (jangan justru malah merasa bulan Ramadhan sebagai penjara!)
-
Tidak mengikuti penetapan Ramadhan dari pemerintah
-
Tidak mempersiapkan niat
-
Tidak istiqamah saat Ramadhan
-
Tidak tahu pembatal puasa dengan benar (e.g. berbohong dapat membatalkan puasa, padahal itu hanya mengurangi keberkahan atau pahala, tapi tetap bahkan bisa hingga puasa kita sia-sia!)
-
Tidak berpuasa di bulan Ramadhan
-
Tidak sahur / tidak sahur pada waktunya / tidak membatasi / tidak subuh ke Masjid (ingat, batas sahur ialah hingga adzan Subuh, bukan Imsak)
-
Tidak membaca zikir pagi (jangan tidur, fokus pada perbanyak amal di bulan Ramadhan!)
-
Tidak bisa menahan tidur hingga terlewat shalat Dhuhr dan ‘Asr (atau sering dikenal dengan puasa bedug)
-
Tidak menggunakan waktu dengan baik (malah main game, nonton, bukannya beramal)
-
Tidak menjaga mulut (ghibah, bohong, dll, harus bisa menjaga diri dari lingkungan yang men-trigger hal demikian)
-
Tidak membuat / membeli makan dan minum secukipnya (laper mata, kita harus bisa bersyukur dengan kecukupan)
-
Tidak berdo’a ketika hendak berbuka (padahal itu waktu yang sangat mustajab)
-
Tidak mempercepat berbuka puasa (ibadah bukan lomba kuat-kuatan, tapi seberapa kita mengikuti Sunnah Nabi)
-
Tidak berbuka secukupnya hingga terlambat Maghrib berjama’ah (makan dan minumlah secukupnya, sunnahnya dengan kurma atau air putih)
-
Tidak mendo’akan orang yang memberikan buka puasa (minimal do’akan dengan jazakalllah khairan, jangan lupa juga mendo’akan ke pasangan, suami atau istri)
-
Tidak membatasi bukber bersama teman (hingga akhirnya tidak shalat berjama’ah, kerap terjadi)
-
Tidak salat Tarawih sempurna bersama Imam (shalat bersama imam dari awal hingga akhir, itu pahalanya seperti semalam suntuk, mengalahkan witr sendiri)
-
Tidak tu’maninah dalam salat Tarawih (jangan malah lomba cepat-cepatan, shalat itu dilihat dari seberapa panjangnya, bukan seberapa banyak rakaatnya)
-
skipped
-
Tidak berdamai dalam jumlah raka’at Shalat Tarawih (ini perbedaan yang diperbolehkan, jadi diskusi tetap boleh, ribut jangan)
-
Tidak serius saat Shalat Isya (jangan malah lebih fokus ke salat Tarawih)
-
Tidak berzikir sesuai tuntunan (ingat, tidak ada zikr khusus shalat Tarawih)
-
Tidak tidur tepat waktu (hingga akhirnya kantuk esok pagi)
-
Tidak mau membaca Al-Qur’an karena bacaannya belum lancar
-
Tidak menjadikan tadabbur sebagai tujuan utama tilawah al-Qur’an (ini sebenarnya ada perbedaan pendapat ulama terkait mana yang lebih utama, tapi tadabbur lebih preferred)
-
Tidak mengajarkan anak untuk puasa atau sebaliknya malah diwajibkan
-
Tidak mau membatalkan puasa saat sakit atau safar (jangan paksakan diri, tapi jangan bermudah-mudahan pula!)
Sekian catatan dari saya, semoga bermanfaat sebagai pengingat teman-teman semua. Semoga Allah Ta’ala izinkan dan mudahkan kita untuk beramal sebanyak mungkin pada bulan Ramadhan ini…